Kamis, 14 Juni 2012

Presiden SBY Canangkan Konsep Ekonomi Hijau


Karena, peringatan ini akan membuka kesadaran masyarakat dunia, tentang pentingnya komitmen, pandangan, dan prinsip bersama, untuk secara kolektif melindungi dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup umat manusia.
“Kita juga sepakat untuk melestarikan dan mencegahkepunahan badak yang hanya tersisa di 11 negara,” kata SBY dalam pidatonya, di Istana Negara, Jakarta, Selasa (5/6/2012).
Dilanjutkan SBY, pada peringatan kali ini, Indonesia mengangkat Tema “Ekonomi Hijau; Ubah Perilaku, Tingkatkan Kualitas Lingkungan”. Tema ini menyesuaikan tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia “Green Economy; Does It Include You?”.

Menurut SBY, tema yang diangkat kali ini memiliki nilai penting dan berorientasi masa depan. Karena ekonomi hijau yang dimaksud adalah pembangunan untuk mencapai tiga sasaran besar. Yakni ekonomi terus tumbuh dan memberikan lapangan kerja serta mengurangi kemiskinan, tanpa mengabaikan perlindungan lingkungan, khususnya fungsi ekosistem dan keanekaragaman hayati, serta mengutamakan keadilan sosial.
“Prinsip ekonomi hijau tentu kita terapkan sesuai dengan karakteristik, kondisi, dan kebutuhan bangsa dan rakyat kita. Prinsip ekonomi hijau, insya Allah, juga kita gulirkan pada proses penetapan berbagai bentuk kebijakan, perencanaan dan program, di berbagai  sektor pembangunan ekonomi,” jelasnya.
Lebih lanjut SBY mengatakan sebagai wujud dari upaya itu, bangsa Indonesia telah berinisiatif untuk melakukan mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim, pengelolaan hutan, laut dan pesisir secara lestari. Kita lanjutkan pengembangan energi bersih dan terbarukan yang ramah lingkungan.
Ditegaskan, pendekatan pembangunan ekonomi ini merupakan lompatan besar bagi Indonesia untuk meninggalkan praktek pembangunan ekonomi di masa lalu, yang mementingkan keuntungan jangka pendek. Tapi mewariskan berbagai permasalahan lingkungan. Strategi ini menekankan aspek 
"Pertumbuhan kesejahteraan" dan “pelestarian lingkungan”.
Menurutnya, penerapan konsep "ekonomi hijau" membutuhkan perubahan paradigma dan gaya hidup yang menghasilkan perasaan adil di antara berbagai kelompok masyarakat. Sekaligus juga memberikan penghematan dan peningkatan daya guna ekonomi dalam kehidupan sehari-hari.
Konsep ekonomi hijau merupakan konsep terintegrasi yang utuh dan tidak terpisah-pisah dan dapat diimplementasikan sesuai arah pembangunan yang pro-poor, pro-job, pro-growth dan pro-environment. Hal ini memerlukan kerjasama semua pihak untuk membuatnya menjadi bagian dari hidup kita sehari-hari, dimulai dari hal-hal sederhana yang dapat kita lakukan, misalnya hemat air dan energi, serta menanam pohon.
“Dari apa yang saya kemukakan tadi, saya mengajak kepada segenap warga bangsa di seluruh tanah air untuk menanamkan arti penting kelestarian lingkungan hidup kepada keluarga dan anak-anak kita. Berikan penjelasan dan pencerahan untuk menjaga, merawat, dan melestarikan, lingkungan di sekitar kita,” pungkasnya.
Ket.Gamabar: Walikota Manado, Vicky Lumentut, menerima Piala Adipura dari Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono, di Istana Negara RI, Jakarta, Selasa (5/6/2012). Dalam rangka peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, pemerintah kembali menganugerhakan penghargaan Adipura dan Kalpataru, serta pencanangan Hari Badak Internasional tahun 2012. TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
Sumber :Tribun

Tidak ada komentar:

Posting Komentar