Karena, peringatan ini akan membuka kesadaran masyarakat dunia, tentang
pentingnya komitmen, pandangan, dan prinsip bersama, untuk secara kolektif
melindungi dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup umat manusia.
“Kita juga sepakat untuk melestarikan dan mencegahkepunahan badak yang
hanya tersisa di 11 negara,” kata SBY dalam pidatonya, di Istana Negara,
Jakarta, Selasa (5/6/2012).
Dilanjutkan SBY, pada peringatan kali ini, Indonesia mengangkat Tema
“Ekonomi Hijau; Ubah Perilaku, Tingkatkan Kualitas Lingkungan”. Tema ini
menyesuaikan tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia “Green Economy; Does It Include
You?”.
Menurut SBY, tema yang diangkat kali ini memiliki nilai penting dan
berorientasi masa depan. Karena ekonomi hijau yang dimaksud adalah pembangunan
untuk mencapai tiga sasaran besar. Yakni ekonomi terus tumbuh dan memberikan
lapangan kerja serta mengurangi kemiskinan, tanpa mengabaikan perlindungan
lingkungan, khususnya fungsi ekosistem dan keanekaragaman hayati, serta mengutamakan
keadilan sosial.
“Prinsip ekonomi hijau tentu kita terapkan sesuai dengan karakteristik,
kondisi, dan kebutuhan bangsa dan rakyat kita. Prinsip ekonomi hijau, insya
Allah, juga kita gulirkan pada proses penetapan berbagai bentuk kebijakan, perencanaan
dan program, di berbagai sektor pembangunan ekonomi,” jelasnya.
Lebih lanjut SBY mengatakan sebagai wujud dari upaya itu, bangsa Indonesia
telah berinisiatif untuk melakukan mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan
iklim, pengelolaan hutan, laut dan pesisir secara lestari. Kita lanjutkan
pengembangan energi bersih dan terbarukan yang ramah lingkungan.
Ditegaskan, pendekatan pembangunan ekonomi ini merupakan lompatan besar
bagi Indonesia untuk meninggalkan praktek pembangunan ekonomi di masa lalu, yang
mementingkan keuntungan jangka pendek. Tapi mewariskan berbagai permasalahan
lingkungan. Strategi ini menekankan aspek
"Pertumbuhan kesejahteraan" dan “pelestarian lingkungan”.
Menurutnya, penerapan konsep "ekonomi hijau" membutuhkan perubahan paradigma dan gaya hidup yang menghasilkan perasaan adil di antara berbagai kelompok masyarakat. Sekaligus juga memberikan penghematan dan peningkatan daya guna ekonomi dalam kehidupan sehari-hari.
"Pertumbuhan kesejahteraan" dan “pelestarian lingkungan”.
Menurutnya, penerapan konsep "ekonomi hijau" membutuhkan perubahan paradigma dan gaya hidup yang menghasilkan perasaan adil di antara berbagai kelompok masyarakat. Sekaligus juga memberikan penghematan dan peningkatan daya guna ekonomi dalam kehidupan sehari-hari.
Konsep ekonomi hijau merupakan konsep terintegrasi yang utuh dan tidak
terpisah-pisah dan dapat diimplementasikan sesuai arah pembangunan yang
pro-poor, pro-job, pro-growth dan pro-environment. Hal ini memerlukan kerjasama
semua pihak untuk membuatnya menjadi bagian dari hidup kita sehari-hari,
dimulai dari hal-hal sederhana yang dapat kita lakukan, misalnya hemat air dan
energi, serta menanam pohon.
“Dari apa yang saya kemukakan tadi, saya mengajak kepada segenap warga
bangsa di seluruh tanah air untuk menanamkan arti penting kelestarian
lingkungan hidup kepada keluarga dan anak-anak kita. Berikan penjelasan dan
pencerahan untuk menjaga, merawat, dan melestarikan, lingkungan di sekitar
kita,” pungkasnya.
Ket.Gamabar: Walikota Manado, Vicky Lumentut, menerima Piala Adipura dari
Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono, di Istana Negara RI, Jakarta, Selasa
(5/6/2012). Dalam rangka peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, pemerintah
kembali menganugerhakan penghargaan Adipura dan Kalpataru, serta pencanangan
Hari Badak Internasional tahun 2012. TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
Sumber :Tribun
Tags :Berita Nasional
Tidak ada komentar:
Posting Komentar